Driyorejo – 13 Februari 2026. SMKN 1 Driyorejo menggelar rapat koordinasi persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bulan Ramadan 1447 Hijriah di ruang guru. Rapat tersebut diikuti oleh jajaran wakil kepala sekolah, dewan guru, serta tenaga kependidikan sebagai langkah strategis menyusun program pembelajaran dan kegiatan keagamaan selama bulan suci.
Rapat dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan sekolah dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik bulan Ramadan. Dalam pembahasan, disepakati adanya penyesuaian jadwal KBM, baik terkait durasi jam pelajaran maupun waktu istirahat, agar tetap efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan kondisi fisik peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
Selain penyesuaian jadwal, sekolah juga menetapkan penguatan pembiasaan shalat dhuha dan tadarus Al-Qur’an sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter religius serta pembentukan kedisiplinan siswa. Seluruh wali kelas dan guru mata pelajaran akan melakukan pendampingan agar pelaksanaan berjalan tertib dan konsisten.
Pada bulan Ramadan 1447 H, SMKN 1 Driyorejo juga merencanakan pelaksanaan bakti sosial, pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah, dan kegiatan Pondok Ramadan. Program bakti sosial akan menyasar panti asuhan sekitar sekolah yang membutuhkan, sedangkan pengumpulan zakat dilakukan secara terkoordinasi melalui panitia khusus yang dibentuk sekolah. Adapun Pondok Ramadan akan diisi dengan kajian keislaman, pembinaan akhlak, serta praktik ibadah dan mengkafani jenazah.
Bapak Rois Muhyidin Tsabit selaku Wakasek Bidang Kurikulum, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana pembinaan spiritual dan sosial peserta didik. Ia menyampaikan pesan agar seluruh warga sekolah menjaga kekompakan, keteladanan, dan tanggung jawab dalam menjalankan program. “Ramadan adalah momentum pembentukan karakter. Kita ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan akhlak mulia,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Ramadan tahun sebelumnya. Beberapa catatan perbaikan antara lain peningkatan kedisiplinan waktu, optimalisasi dokumentasi kegiatan, serta perluasan sasaran penerima manfaat bakti sosial. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan program tahun ini agar lebih terstruktur dan berdampak luas.
Manfaat kegiatan Ramadan di lingkungan sekolah diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Selain memperkuat nilai religius, kegiatan ini juga menumbuhkan empati, solidaritas, serta kepedulian sosial. Program zakat dan bakti sosial menjadi wujud konkret implementasi pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan.
Melalui rapat koordinasi ini, SMKN 1 Driyorejo menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan KBM yang adaptif dan kegiatan Ramadan yang bermakna. Sekolah berharap seluruh program yang dirancang dapat berjalan lancar, membawa keberkahan, serta membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.


