SMKN 1 Driyorejo Gelar Sosialisasi KGBO Bersama Peace Young Leader

SMKN 1 Driyorejo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi KGBO Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) dengan tema “Candaan, Kekerasan atau Ancaman?” pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Peace Young Leader di bawah naungan Generasi Anti Kekerasan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Aula Lantai 3 SMKN 1 Driyorejo, dengan diikuti oleh siswa dari berbagai kompetensi keahlian.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) yang kerap terjadi di ruang digital. Sosialisasi ini menekankan pentingnya kesadaran siswa dalam membedakan candaan yang wajar dengan tindakan kekerasan atau ancaman yang dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, hingga hukum.

Dalam sambutan pembuka, Bapak Darmawan Cahyono, S.H selaku Wakasek Bidang Kesiswaan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Peace Young Leader dan Generasi Anti Kekerasan. Pihak sekolah menegaskan bahwa literasi digital dan edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik di era digital.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran etika dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya,” ujar beliau dalam sambutannya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh tim Peace Young Leader dengan membahas pengertian KGBO, bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender online, serta contoh kasus yang sering terjadi di kalangan remaja. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu narasumber menyampaikan bahwa banyak tindakan di media sosial yang dianggap candaan, namun sebenarnya dapat melukai dan merugikan orang lain. “Kesadaran ini penting agar siswa tidak menjadi pelaku maupun korban KGBO, serta berani bersikap ketika melihat adanya kekerasan di ruang digital,” jelasnya.

Kesan positif terlihat dari antusiasme siswa selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait batasan etika berkomunikasi, cara melindungi diri dari ancaman online, serta langkah yang dapat dilakukan jika mengalami atau menyaksikan tindakan KGBO.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh siswa SMKN 1 Driyorejo mampu mengimplementasikan nilai saling menghormati, empati, dan tanggung jawab dalam penggunaan media digital. Kegiatan ini diharapkan memberikan implikasi positif berupa terciptanya lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan berbasis gender.









Share:

Cari Artikel